Minggu, 23 Agustus 2015

ANTI FORENSIK


ANTI FORENSIC




ANTI Forensic, baru-batu ini diakui sebagai bidang studi yang sah, dalam studi ini banyak yang mendefinisikan anti forensic ialah salah satu definisi yang dikenal dan diterima secara luas menurut Dr. Marc Rongers dari Universitas Purdue. Dr. Rongers menggunakan pendekatan yang lebih tradisional ke TKP ketika beliau mendefinisikan anti-forensik yaitu dengan upaya negatif untuk mempengaruhi keberadaan, jumlah dan atau kualitas bukti dari TKP atau membuat analisis dan pemeriksaan bukti yang sulit atau yang tidak mungkin untuk dilakukan.

Definisi yang lain yang diungkapkan oleh Scott Berinato dalam artikelnya yang berjudul The Rise of Anti-Forensic yaitu “anti forensik lebih dari teknologi, ini adalah pendekatan dengan hacking pidana yang dapat disinpulkan seperti ini. Buatlah bagi mereka untuk sulit menemukan dan mungkin mustahil bagi mereka untuk menemukan.

PRO DAN KONTRA TERHADAP ANTI-FORENSIC
Maksut dan tujuan dalam bidang forensika figital ini masih banyak perdebatan tentang mapa maksut dan tujuan metode anti-forensic, karena konsep pada umumnya bahwa anti-forensic dan  alat anti-forensic berbahaya dari segi rancangan dan maksutnya. Di sisi lain ada beberapa kelompok yang mendukung adanya ilmu forensika digital, karena dengan adanya ilmu forensika digital dapat menggambarkan kekurangan yang ada dalam prosedur forensik, alat forensic dan investigator forensik.

 Dibawah Ini Beberapa Metode Anti Forensik:
1.      Data Hiding
Data hiding atau penyembunyian data adalah proses membuat data sulit untuk ditemukan dan akses untuk masa depan.  Barang bukti tidak dimusnahkan atau di manipulasi. Hanya di sembunyikan supaya tidak terlihat oleh para investigator. Dengan demikian maka perlu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap barang bukti tersebut.

Contoh: steganografi, data yang di sembunyikan di dalam harddisk.

2.      Artifact Wiping
Metode yang digunakan dalam memusnahkan barang bukti dengan cara menghapus file tertentu atau seluruh system permanen. Hal ini dapat dicapai melalui penggunaan berbagai metode yang mencangkup berbagai tools. Misalnya eraser, PGP Wipe dan BC Wipe.

3.      Trail Obfuscation
Tujuannya adalah untuk membingungkan, mengelirukan dan mengalihkan proses pemeriksaan forensic. Trail obfuscation meliputi berbagai teknik dan tools yang termasuk adalah log pembersih. Spoofing, informasi yang keliru, backbone, rekening zombie dan perintah Trojan.

Contoh tools yang digunakan untuk trail obfuscation:
Ø  Timestop, dugunakan untuk memodifikasi timestamp (access, creation, dan modification time/date).
Ø  Transmogrify, digunakan untuk memodifikasi header dari file signature. Contohnya header file .jpg diubah menjadi file .doc. sehingga apabila ada alat forensik yang digunakan untuk mencari file .jpg maka file yang sudah diubah menjadi file .doc tersebut akan di skip.

KELEMAHAN PROSES FORENSIK
Anti forensic ini memanfatkan beberapa aspek sebagai berikut:
1.      The Human Element
Yang paling sulit untuk memecahkan masalah adalah dari aspek manusia. Dalam masalh ini untuk menagani kasus investigasi forensic sangat berpengaruh terhadap kepekaan atau kewaspadaan investigator dalam menagani sebuah kasus, level pendidikan, langkah atau tahapan dan pengalaman selama mengidentifikasi kasus.
2.      Dependency on tools
Alat forensic mungkin saja tidk kebal terhadap serangan, namun pada kenyataannya ada metode yang dapat digunakan untuk mendorong para vendor dalam meningkatkan kualitas dan akurasi alat yang digunakan untuk inverstigator anti forensik.
3.      Physical/logical/ limitations
Keterbatasan fisik seperti perangkat keras konektor dan protocol serta format media penyimpanan dan waktu, serta uang adalah faktor keterbatasan logis. Karena keterbatasan fisik dan logis tidak akan pernah bias dipisahkan. Karena saling ketergantungan. Untuk itu harus harus sebisa mungkin untuk diminimalisir. Cara untuk meminimalisir tersebut maka investigator harus bias memiliki hak akses kepada hardware dan software forensik dari yang paling lama sampai yang terbaru, memanfaatkan sebaik-baiknya fitur analisis statistic dan massive indexing yang ada di dalam tools forensik agar adapat menghemat waktu, mengajak vendor tools anti forensik agar bias berpartisipasi dalam meningkatkan keakuratan dan kehandalan tools yang digunakan investigator dalam forensik.
Dalam meningkatkan proses memmperkuat investigasi forensik, maka diharapkan supaya proses investigator forensik dapat berjalan efektif dan cepat.

KESIMPULAN:
Anti forensik adalah usaha untuk mempersulit investigator dalam menganalisis suatu kasus agar mempersulit untuk ditemukan barang bukti. Akan tetapi dengan memanfaatkan metode anti forensik beserta alat-alatnya maka investigator akan dengan mudah untuk mengungkapkan kasus dengan terarah, terstruktur dan terbukti dengan menggunakan beberapa tools yang dapat menunjang dalam meningkatkan tingkat keefektifan serta pendidikan bagi investigator.


SUMBER:
Harris, R. (2006) Arriving at an Anti-Forensics Consensus: Examining How to Deine and Control the Anti-Forensic Problem. Proceedings of the 2006 Digital Fornsics Research Worksop. Digital Investigation, 3)S), S44-S49. Retrived August 21, 2015, from http://www.dfrws.org/2006/proceedings/6-Harris.pdf

Shafar, A. (2013) On Digital Forensic. Retrived August 21, 2015, fromhttp://ondigitalforensics.weebly.com/forensic-focus/anti-forensika-digital-digital-forensics#.VdcNTTnFwp0

Wikipedia. (n.d). Anti-computer forensic-wikipedia the free encyclopedia. Retrived August 21, 2015,  from https://en.wikipedia.org/wiki/Anti-computer_forensics


0 komentar:

Copyright © 2015 Digital Forensics
| Distributed By Gooyaabi Templates